Direktur BST Ajak Santri Melek Kebersihan Linkungan Pondok

Direktur BST Ajak Santri Melek Kebersihan Linkungan Pondok


Tebuireng.online— Guna mencipatkan Pesantren Tebuireng yang bersih dari sampah, Unit Kebersihan dan Kerapian Lingkup Pondok (UKKLP) bersama jajaran Kepala dan Wakil Pondok Putra Pesantren Tebuireng, menggelar edukasi kerbesihan bersama 50 santri yang berangkat dari perwakilan wisma dan unit masing-masing. Acara tersebut diselenggarakan di Aula lantai 1 gedung Yusuf Hasyim, Jumat (5/9/2025).

Pada kesempatan tersebut, Direktur dari Bank Sampah Tebuireng (BST), Ustadz Ahmad Faozan turut serta menjadi pemateri edukasi kebersihan bagi para santri. Dalam pertemuan tersebut beliau mengungkapkan bahwa saat ini masyarakat Indonesia mengalami krisis moralitas.

Baca Juga: BANK SAMPAH TEBUIRENG (BST)

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Dewasa ini kita tahu bahwa krisis moralitas terjadi di Indonesia di mana-mana. Perilaku membuang sampah misalkan bisa kita lihat ketika kita berkendara motor, kita melihat dari mobil, dari motor buang sampah masih terlihat atau kita menyaksikan setiap pagi kita melihat buang sampah di kali gitu ya dan lain-lainnya,” ungkap Ustadz Faozan menceritakan fenomena soal peduli lingkungan.

Menurut pria asal Cilacap itu, persoalan sampah, adalah tanggung jawab bersama, tidak hanya sebagai tugas dan tanggung jawab petugas kebersihan. Apalagi bila di dalam pondok pesantren, masalah kebersihan adalah tugas seluruh masyarakat yang berada di dalam pondok itu, baik dari pengasuh, kepala pondok, para guru/ustadz, dan seluruh para santri.

“Ini semua adalah tanggung jawab kita bersama. Karena pada hakikatnya kita semuanya sebagai seorang santri yang tentu diharapkan bisa mengubah diri kita sebelum mengubah ke masyarakat salah satunya adalah bertanggung jawab persoalan sampah di lingkungan pondok pesantren,” tegasnya.

Tak lupa Ustadz Faozan meningatkan bahwasanya segala apapun itu kuncinya adalah kebersihan. Salah satunya adalah kunci guna meraih kesuksesan belajar.

“Maka untuk bisa menciptakan kesadaran lingkungan bersih dan nyaman, guna dapat memperoleh kenyamanan belajar, langkah pertama yang harus ditempuh oleh santri adalah pendidikan karakter. Yang mana dari karakter tersebut, kita akan bisa menjadi manusia yang beretika dan religius. Dari hal itulah terbangun kesadaran tanggung jawab bagi kita semua untuk menjaga kebersihan di dalam pondok pesantren,” terangnya lebih lanjut.

Baca Juga: Kearifan Lokal dalam Tata Kelola Bank Sampah Tebuireng (BST)

Di sesi terakhir, beliau memberikan nasihat kepada para santri, bahwa guna mendapatkan barokah ilmu itu jalannya bermacam-macam. Ada yang melalui jalur spritual, kemudian intelektual dan ada juga yang jalur mungkin dengan cara kita membersihkan sampah di alat masjid atau di halaman kamar mandi kita itu jalan untuk membuka pintu harapan ilmu kita.

“Nah, karena teman-teman ini berlatar belakang teman-teman aktivis organisasi di pondok, minimal mari bersama-sama kita buat program yang berkaitan di bidang lingkungan, untuk bisa menjaga kebersihan dan kerapian pondok pesantren dari sampah yang berserakan.” Tegasnya.


Pewarta: Dimas Setyawan Saputro
Editor: Rara Zarary



Wisata

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *