Peredaran Obat Golongan G Kembali Marak di Cijerah, Kinerja Aparat Dipertanyakan


Bandung, Kontroversinews | Peredaran obat keras jenis tramadol golongan G kembali marak di wilayah Cijerah, Kota Bandung. Aktivitas ilegal ini kian meresahkan warga dan seolah berlangsung tanpa hambatan berarti, sehingga memunculkan tanda tanya besar terhadap keseriusan aparat penegak hukum (APH) dalam melakukan pengawasan dan penindakan.

Hasil penelusuran tim awak media menemukan sebuah warung yang diduga kuat menjual obat keras golongan G secara bebas. Ironisnya, praktik penjualan tersebut dilakukan terang-terangan, tanpa rasa takut, seakan hukum hanya menjadi formalitas yang mudah diabaikan.

Saat ditemui di lokasi, seorang penjaga warung yang enggan disebutkan identitasnya mengaku hanya menjalankan perintah. Ia menyebut bekerja atas suruhan seorang koordinator lapangan (korlap) dan tidak memiliki kendali atas aktivitas ilegal tersebut. Penjaga warung itu mengaku hanya menerima uang makan sebesar Rp100.000 per hari, sementara seluruh risiko hukum sepenuhnya berada di pundaknya.

“Saya cuma disuruh jualan, semuanya sudah diatur. Kalau ada apa-apa, ya saya yang di depan,” ujarnya dengan nada pasrah.

Pengakuan tersebut kembali menguatkan pola lama yang kerap terjadi: penjual kecil dijadikan tameng, sementara aktor utama dan jaringan pengendali peredaran obat keras justru tetap bebas berkeliaran. Hal ini menunjukkan bahwa peredaran obat golongan G di wilayah Cijerah diduga berlangsung secara sistematis dan terorganisir.

Lebih memprihatinkan lagi, aktivitas ilegal ini berlangsung di tengah permukiman warga. Kondisi tersebut berpotensi merusak generasi muda dan memperluas lingkaran penyalahgunaan obat keras. Dampak sosial dan kesehatan akibat peredaran tramadol ilegal bukanlah persoalan sepele, melainkan ancaman nyata bagi masa depan masyarakat.

Situasi ini memicu pertanyaan publik: di mana peran aparat penegak hukum? Mengapa praktik serupa terus berulang tanpa efek jera? Apakah terjadi pembiaran, atau terdapat kelemahan serius dalam sistem pengawasan?

Awak media mendesak Polsek setempat, Polrestabes Bandung, hingga Polda Jawa Barat untuk segera turun tangan secara serius. Penyelidikan menyeluruh perlu dilakukan guna membongkar jaringan peredaran obat golongan G, serta menindak tegas aktor utama di baliknya—bukan hanya penjaga warung yang dijadikan korban sistem.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka bukan hanya hukum yang dipermainkan, tetapi masa depan generasi muda Kota Bandung yang sedang dipertaruhkan. (EGM)


News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *