
Doa di Punggung Senja
Aku berangkat ibu
membawa doa yang kau lipat dalam sajadah
aku tahu langkahku akan jauh
dan malam tak selalu ramah
tapi aku membawa cahaya dari matamu
yang menatapku terakhir kali di beranda
angin menahan tangisnya
ketika tanganmu tak lagi menggenggam
aku ingin kembali
tapi perjuangan menuntut jarak
aku ingin memelukmu
tapi dunia menagih janji yang harus kutunaikan
ibu
jangan menangis
aku pulang setiap kali kau menyebut namaku dalam doa
Ayah di Jalan yang Panjang
Ayah
kau tampak kecil di balik pintu
menyembunyikan rindu di balik senyum
aku pergi menjemput hari
menyusuri jalan yang kau bentangkan dengan keringat
aku tahu
punggungmu pernah jadi ladang bagi mimpiku
dan kini aku tumbuh
tapi tumbuh berarti menjauh
aku ingin kau tahu
setiap langkahku memanggul nasihatmu
setiap luka kutemui membawa bayangan wajahmu
ayah
aku hanya ingin menjadi seperti engkau
teguh meski sendiri
tabah meski tak dipahami dunia
Rindu yang Tak Pernah Tidur
Ibu ayah
malam selalu datang dengan kenangan
aku duduk di bawah langit asing
mengingat aroma dapur dan suara adzan dari surau kecil
kadang aku ingin pulang
menyandarkan kepala di pangkuan doa kalian
tapi hidup tak selalu memberi jeda
aku belajar kuat
seperti kalian ajarkan tanpa kata
aku belajar mencintai jarak
sebab di sanalah aku mengenal makna pulang
rindu ini tak pernah tidur
ia menunggu waktu bertemu
dalam pelukan yang tak lagi menahan tangis
Penulis: Ummu Masrurah
Editor: Rara Zarary

Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru
