Rindu yang Tak Pernah Tidur

Rindu yang Tak Pernah Tidur


Kisah perjalanan seseorang (sumber: idntimes)

Doa di Punggung Senja
Aku berangkat ibu
membawa doa yang kau lipat dalam sajadah
aku tahu langkahku akan jauh
dan malam tak selalu ramah

tapi aku membawa cahaya dari matamu
yang menatapku terakhir kali di beranda
angin menahan tangisnya
ketika tanganmu tak lagi menggenggam

aku ingin kembali
tapi perjuangan menuntut jarak
aku ingin memelukmu
tapi dunia menagih janji yang harus kutunaikan

ibu
jangan menangis
aku pulang setiap kali kau menyebut namaku dalam doa


Ayah di Jalan yang Panjang
Ayah
kau tampak kecil di balik pintu
menyembunyikan rindu di balik senyum
aku pergi menjemput hari
menyusuri jalan yang kau bentangkan dengan keringat

aku tahu
punggungmu pernah jadi ladang bagi mimpiku
dan kini aku tumbuh
tapi tumbuh berarti menjauh

aku ingin kau tahu
setiap langkahku memanggul nasihatmu
setiap luka kutemui membawa bayangan wajahmu

ayah
aku hanya ingin menjadi seperti engkau
teguh meski sendiri
tabah meski tak dipahami dunia


Rindu yang Tak Pernah Tidur
Ibu ayah
malam selalu datang dengan kenangan
aku duduk di bawah langit asing
mengingat aroma dapur dan suara adzan dari surau kecil

kadang aku ingin pulang
menyandarkan kepala di pangkuan doa kalian
tapi hidup tak selalu memberi jeda
aku belajar kuat

seperti kalian ajarkan tanpa kata
aku belajar mencintai jarak
sebab di sanalah aku mengenal makna pulang
rindu ini tak pernah tidur

ia menunggu waktu bertemu
dalam pelukan yang tak lagi menahan tangis



Penulis: Ummu Masrurah
Editor: Rara Zarary

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online



Wisata

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *