
Tebuireng dalam Doa Malam
Di jalan sunyi menuju langgar
langkah santri bersahut doa
dari kitab-kitab yang terbuka
mengalir cahaya ke jiwa
Tebuireng bukan sekadar nama
ia rumah ilmu, rumah doa
tempat rindu tumbuh bersama
antara dunia dan akhirat tak terpisah
Hadratussyaikh menanam benih
di tanah basah, penuh dzikir
hari ini tumbuh jadi hutan hikmah
yang daunnya menaungi umat.
Di Serambi Pesantren

Sajadah usang, suara qiraah
menjadi saksi malam yang panjang
Santri mengulang huruf demi huruf
seperti menanam harapan dalam dada
Kiai bercerita tentang kesabaran
tentang ilmu yang tak lekang oleh zaman
tentang hidup yang harus bersahaja
dan doa yang tak boleh terputus
Di serambi pesantren
aku belajar tentang arti diam
bahwa hening adalah bahasa langit
dan tangis adalah ziarah jiwa.
Budaya yang Menyatu
Gamelan bertemu selawat
syair Jawa menyatu dengan doa
budaya dan agama bukan lawan
melainkan jembatan menuju ridha
Di Tebuireng, aku menyaksikan
tradisi dipeluk ilmu
adat bersanding dengan Qur’an
tak ada yang hilang
hanya semakin terang
Dari langgar hingga kampung-kampung
pesantren menyalakan obor sosial
mendidik hati, membangun bangsa
dengan cinta yang tak lekang oleh waktu.
Penulis: Wahyu Nur Oktavia
Editor: Rara Zarary
Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru

