Puisi Serambi Pesantren | Tebuireng Online

Puisi Serambi Pesantren | Tebuireng Online


Santri membaca puisi di pesantren (ilustrasi: raa)

Tebuireng dalam Doa Malam

Di jalan sunyi menuju langgar
langkah santri bersahut doa
dari kitab-kitab yang terbuka
mengalir cahaya ke jiwa

Tebuireng bukan sekadar nama
ia rumah ilmu, rumah doa
tempat rindu tumbuh bersama
antara dunia dan akhirat tak terpisah

Hadratussyaikh menanam benih
di tanah basah, penuh dzikir
hari ini tumbuh jadi hutan hikmah
yang daunnya menaungi umat.


Di Serambi Pesantren

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Sajadah usang, suara qiraah
menjadi saksi malam yang panjang
Santri mengulang huruf demi huruf
seperti menanam harapan dalam dada

Kiai bercerita tentang kesabaran
tentang ilmu yang tak lekang oleh zaman
tentang hidup yang harus bersahaja
dan doa yang tak boleh terputus

Di serambi pesantren
aku belajar tentang arti diam
bahwa hening adalah bahasa langit
dan tangis adalah ziarah jiwa.


Budaya yang Menyatu

Gamelan bertemu selawat
syair Jawa menyatu dengan doa
budaya dan agama bukan lawan
melainkan jembatan menuju ridha

Di Tebuireng, aku menyaksikan
tradisi dipeluk ilmu
adat bersanding dengan Qur’an
tak ada yang hilang
hanya semakin terang

Dari langgar hingga kampung-kampung
pesantren menyalakan obor sosial
mendidik hati, membangun bangsa
dengan cinta yang tak lekang oleh waktu.



Penulis: Wahyu Nur Oktavia
Editor: Rara Zarary



Wisata

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *