
Tebuireng.online— Peringatan Ithlaq Hari Santri 2025 di Pesantren Tebuireng dihadiri oleh berbagai tokoh nasional, salah satunya perwakilan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. KH. Saad Ibrahim, M.A. Dalam sambutannya, KH. Saad menekankan pentingnya menjadikan Hari Santri sebagai momentum membangun peradaban bangsa sekaligus mengingat sejarah perjuangan umat Islam dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Setiap tahun, Hari Santri dimaknai berbeda-beda. Tahun ini, selain dikaitkan dengan perayaan kemerdekaan Indonesia, juga sebagai momentum membangun peradaban,” ungkap KH. Saad di hadapan ribuan santri dan undangan yang hadir.
Baca Juga: Menag Nasaruddin Ajak Pesantren Jadi Kiblat Peradaban Islam Modern
Dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang itu, kemudian menyinggung perjalanan panjang peradaban Islam. Menurutnya, sejarah mencatat masa keemasan Islam berlangsung antara abad ke-3 hingga abad ke-8 Hijriyah, bahkan ada yang menyebut hingga abad ke-11 Hijriyah. Periode tersebut melahirkan The Golden Age of Muslim History, masa ketika peradaban Islam menjadi pusat lahirnya berbagai disiplin ilmu, mulai dari fiqih, tasawuf, hingga ilmu pengetahuan umum, sains, dan teknologi.
“Umat muslim saat itu disibukkan dengan mengkaji Al-Qur’an. Dari situ lahir berbagai disiplin ilmu yang kemudian menjadi dasar peradaban dengan dimensi Rahmatan Lil ‘Alamin,” jelasnya.

Namun, KH. Saad juga mengingatkan bahwa masa kejayaan itu tidak berlangsung selamanya. “Peradaban Islam yang bertahan hingga 800 tahun itu akhirnya runtuh. Apakah dibiarkan Allah? Tidak. Allah kemudian menebar biji-biji peradaban baru,” tegasnya.
Baca Juga: Kemenag Luncurkan Logo Hari Santri 2025 di Pesantren Tebuireng
Ia mencontohkan lahirnya Muhammadiyah pada tahun 1912 melalui KH. Ahmad Dahlan, serta Nahdlatul Ulama pada tahun 1926 melalui KH. Hasyim Asy’ari, sebagai bentuk hadirnya kembali peradaban Islam di Indonesia.
“Allah memberikan anugerah dengan berdirinya Muhammadiyah dan NU. Itulah cara Allah menebar biji-biji peradaban baru. Maka dari itu, kita wajib merawat peradaban tersebut sebagai wujud rasa syukur,” pungkasnya.
Pewarta: Helfi Livia
Editor: Rara Zarary
Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru
