
Garis Takdir yang Tak Berujung
Ada garis halus yang tak terlihat
Menyusuri waktu, melilit langkah,
Mengikat mimpi yang pernah patah,
Dan menuntun jiwa menuju arah yang tak tertebak.
Takdir bukan jalan lurus,
Kadang menikung, kadang menanjak,
Ada persimpangan yang membuat kita ragu,
Namun selalu berujung pada arti yang tersembunyi.
Tak berujung karena kita hanya pengembara,
Menyusuri sketsa yang sudah tertulis di langit,
Sementara hati terus bertanya:
Di mana akhir dari perjalanan ini?
Siapa yang Tahu Akan Dilahirkan
Siapa yang bisa memilih rahimnya sendiri?
Atau tanah pertama yang menyambut tangis bayi?
Tiada yang tahu,
Kecuali Dia yang menitipkan jiwa ke raga rapuh.
Ada yang lahir di kota bercahaya,
Ada pula di desa sunyi penuh doa,
Ada yang tumbuh dengan kemewahan,
Ada pula dengan perih yang mendewasakan.
Namun di setiap belahan bumi,
Ada pelajaran yang terhampar,
Bahwa tempat lahir hanyalah permulaan,
Sedang hidup adalah jalan untuk mencari arti.
Menjadi Baik dari yang Terbaik
Menjadi baik adalah usaha menjaga hati,
Mencegahnya dari sombong dan angkuh,
Meski dunia menuntut kita jadi nomor satu.
Menjadi terbaik seringkali menuntut,
Berlari lebih cepat dari yang lain,
Namun apa artinya,
Jika tak bisa memperbaiki luka di sekeliling kita?
Mungkin yang terpenting bukan sekadar menang,
Tapi memberi arti pada kebaikan,
Sebab terbaik tanpa memperbaiki hanyalah bayangan,
Sementara kebaikan akan selalu abadi di ingatan.
Penulis: Albii
Editor: Rara Zarary

Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru
