Berteman dengan Kopi | Tebuireng Online

  Berteman dengan Kopi | Tebuireng Online


Berteman dengan Kopi (ilustrator: Ifa)

Eki duduk di sudut kedai kecil yang baru buka tiga bulan yang lalu, “Kopi Satu Senja.” Matanya menerawang ke arah jendela, tetapi hidungnya sibuk menghirup aroma robusta yang mengepul dari cangkir. Baginya, kopi bukan sekadar minuman. Kopi adalah teman yang setia, kopi hadir saat ia butuh berbagi rasa. Ada sesuatu yang menenangkan ketika ia memegang cangkir hangat itu, seolah semua masalah ikut larut bersama ampas di dasar gelas.

Eki punya kebiasaan unik, setiap mencoba kopi baru, ia akan berbicara dengan cangkir itu. Bukan monolog biasa, melainkan percakapan yang benar-benar dihayati. Teman-temannya bilang itu aneh, tapi baginya tak peduli. “Kopi ngerti aku,” ujarnya sambil tersenyum.

Hari itu, ia memesan menu spesial Kopi Rasa Senja. Kata barista, ini racikan baru, campuran robusta, sedikit biji kakao, dan rahasia yang tidak mau ia ungkapkan. “Kalau mau tahu rahasianya, sering-sering datang saja,” kata barista itu sambil tersenyum.

Saat tegukan pertama menyentuh lidahnya, Eki merasa dunia di sekitarnya melambat. Rasanya pekat, sedikit pahit, namun meninggalkan aftertaste manis yang lembut. “Kamu enak sekali,” gumamnya ke cangkir. Anehnya, kali ini ia merasa… dijawab. Bukan suara dari barista atau pengunjung lain, melainkan bisikan halus di kepalanya. “Akhirnya kita ketemu, Eki.”

Eki terdiam. Ia menoleh kanan-kiri, tapi tak ada yang memperhatikan. Ia tertawa kecil. “Kebanyakan kopi, nih,” pikirnya. Tapi bisikan itu datang lagi, lebih jelas. “Aku sudah lama menunggumu.”

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Eki menelan ludah. Jantungnya berdegup. Ia memejamkan mata, mencoba berpikir logis. Namun semakin ia menyesap kopi itu, semakin suara itu menjadi akrab. Seperti berbicara dengan sahabat lama. Mereka mengobrol panjang tentang masa kecil Eki, tentang mimpinya yang belum tercapai, bahkan tentang hal-hal yang tidak pernah ia ceritakan kepada siapa pun. Anehnya, kopi itu seperti tahu semua jawabannya.

Waktu berlalu tanpa terasa. Saat ia membuka mata, kedai sudah sepi. Barista sedang membereskan meja. “Mas, kedainya mau tutup,” ucap barista sambil tersenyum sopan. Eki melihat jam ternyata hampir tengah malam. Dalam perjalanan pulang, Eki merasa ringan, seolah semua beban hidupnya terangkat. Malam itu ia tidur nyenyak, ditemani aroma kopi yang entah kenapa masih tercium di kamarnya.

Hari-hari berikutnya, Eki kembali ke Kopi Satu Senja setiap sore. Ia selalu memesan Kopi Rasa Senja, dan selalu berbicara dengan temannya itu. Ia mulai menceritakan rahasia yang lebih dalam tentang kesepian dan kesedihan, karena kehilangan kedua orang tua. Dan kopi itu selalu… mendengarkan.

Hingga suatu sore barista baru menghampiri Eki yang sudah duduk di tempat biasanya.

Mas mau pesan apa?

Eki tersenyum, “Kopi Rasa Senja, seperti biasa.”

Barista itu mengernyit. “Maaf, di menu kami tidak ada kopi dengan nama itu.

Eki tertawa kecil. “Ah, bercanda ya? saya pesan itu hampir setiap hari.”

Tapi barista menggeleng. “Mas, saya sudah bekerja di sini sejak kedai ini dibuka. Kami tidak pernah punya menu dengan nama itu. Dan…” ia menatap Eki ragu, “…sudut tempat Mas duduk itu… sudah setahun kosong. Sejak kejadian itu.

Sejak kejadian apa?” tanya Eki, merasa bulu kuduknya meremang.

Barista menelan ludah. “Tahun lalu, ada seorang pria yang meninggal di sini… karena serangan jantung. Dia sedang minum kopi sendirian, di kursi tempat mas duduk sekarang. Namanya… Eki.”

Cangkir di tangan Eki terlepas, jatuh ke lantai, namun tak terdengar suara pecah. Ia melihat ke bawah tak ada cangkir, tak ada kopi. Hanya tangannya yang kosong. Barista sudah tak ada di depannya. Kedai itu… kosong, gelap, dan berdebu. Eki berdiri, berusaha keluar. Tapi pintu kedai tertutup. Di balik kaca, ia melihat bayangan seseorang pria yang mirip dirinya tersenyum sambil memegang cangkir.

 “Akhirnya kita bisa berteman selamanya,” bisik suara itu dan aroma kopi memenuhi ruangan.



Penulis: Muzdalivah
Editor: Rara Zarary

 



Wisata

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *