
Tebuireng.online– Mahasiswa Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) resmi memulai program Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan (AMSP) di MAN 1 Jombang. Acara pembukaan yang berlangsung sederhana pada Senin, 1 September 2025, ini dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan jajaran pimpinan MAN 1 Jombang.
Acara ini merupakan kolaborasi antara UNHASY dan MAN 1 Jombang untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa calon guru. DPL UNHASY, Iva Inayatul Ilahiyah, M.Pd.I., M.Pd., menekankan tiga poin penting yang harus dipegang teguh mahasiswa selama mengabdi, yaitu kesopanan, kedisiplinan, dan kepekaan.
“Bapak ibu guru di sini adalah orang tua kalian, maka kalian di sini mengabdi,” ujar Ibu Iva. Beliau juga mengingatkan bahwa Birrul Walidain (berbakti kepada orang tua) juga berlaku kepada guru. Mahasiswa juga ditekankan untuk disiplin, mengingat MAN 1 Jombang adalah madrasah terbaik di Jombang.
Selain itu, Ibu Iva juga menyoroti pentingnya kompetensi sosial bagi seorang guru. Menurutnya, interaksi yang baik dengan guru, siswa, dan lingkungan sekitar akan menjadi jalan menuju hubungan baik dengan Allah (Hablumminallah). Beliau menambahkan bahwa karakter adalah kompetensi keempat yang harus dimiliki seorang guru, sebab perilaku guru akan ditiru oleh para siswa.
Kepala MAN 1 Jombang, Dr. Hj. Sa’adatul Athiyah, M.Pd., menyambut baik kehadiran mahasiswa AMSP. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa disiplin adalah kunci utama untuk meraih kesuksesan. Beliau berharap mahasiswa bisa datang pagi untuk membantu pembiasaan siswa di madrasah.

“Saya mengingatkan bahwa kunci sukses itu hanya 1 yakni disiplin. Tidak ada yang lain. Disiplin itu ssegala macam, disiplin ibadah , disiplin beramgkat sekolah, dsiplin berangkat AMSP. Alhamduliah nanti kalo kalian datang pagi utnuk bisa mendapingi siswa siswai mela kukan pembiasaan. Melakukan pembiasaan itu tidaklah mudahdengan memgatur 1.500 anak. Tapi 80-90% anak bisa disiplin tertib sisanya kadang terlambat itu buka terlambaat ke kelas tapi terlambaat mengikuti pembiasaan,” tegasnya.
Ibu Sa’adatul juga berpesan kepada mahasiswa dan guru pamong agar menjalin komunikasi yang intens. Menurutnya, tanpa komunikasi yang baik, pelaksanaan AMSP tidak akan berjalan optimal.
Kegiatan AMSP ini akan berlangsung selama tiga bulan, hingga 20 November 2025. Menurut Kepala MAN 1 Jombang, durasi ini dinilai ideal bagi mahasiswa untuk belajar bersama para guru pamong.
Pewarta: Nabila Rahayu
Editor: Sutan
Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru

