
Tebuireng.online– Puncak kegiatan Nasyrussanad (menyambung sanad) yang digelar di Pesantren Tebuireng resmi ditutup pada Jumat (25/7/2025), dengan prosesi pemberian ijazah sanad Kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Acara penutupan diselenggarakan secara khidmat di Masjid Pesantren Tebuireng, menandai berakhirnya rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sejak 12 Juli 2025 lalu.
Program Nasyrussanad ini merupakan inisiatif Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU, dan diikuti oleh para kiai, gus, dan ning dari berbagai pesantren di seluruh Indonesia. Selama 14 hari, para peserta mengikuti pengajian intensif dua kitab induk hadis bersama para qari’ dan mujiz (pemberi ijazah) di bawah bimbingan kiai-kiai Pesantren Tebuireng.
Baca Juga: Gus Ulil: Cita-cita Saya Sambung Sanad Tebuireng Tercapai
Ketua RMI PBNU, KH. Hodri Arief, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat mengikuti pengajian sanad secara langsung di lingkungan yang sarat dengan nilai historis dan keilmuan peninggalan Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari.
“Kita merasa sangat berbahagia sekali. Dengan cara ini, kita mendapatkan sanad Kitab Shahih Bukhari dan Muslim yang bersambung langsung dari Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari,” ungkapnya.

Di hadapan para peserta dan kiai Tebuireng, Kia Hodri juga menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan selama kegiatan berlangsung.
“Kami mohon maaf kepada para mujiz dan qari’ karena selama ngaji ini, duduknya kadang miring-miring,” ujar beliau disambut senyum hadirin.
Baca Juga: RMI PBNU Gelar Pembukaan Nasyrus Sanad dan Musyawarah Transformasi Pesantren
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengalaman selama dua pekan mengaji di Pesantren Tebuireng memberikan kesan yang sangat mendalam.
“Saya merasakan kebahagiaan yang luar biasa dalam proses ngaji kitab Shahih Bukhari dan Muslim ini. Ini nikmat yang luar biasa.”
Tak hanya menyampaikan kesan pribadi, KH. Hodri juga membawa amanah pesan dari Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), kepada seluruh peserta yang telah mendapatkan sanad.
“Ketua PBNU mengamanahkan agar para peserta yang telah menerima sanad ini menjadi qari’ kitab di pesantren masing-masing, agar sanad keilmuan dari Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari terus tersebar dan terjaga,” jelasnya.
Baca Juga: Sambung Sanad Keilmuan Hadratussyaikh, RMI PBNU Gelar Nasyrus Sanad di Tebuireng
Mengakhiri sambutan, KH. Hodri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh kiai Tebuireng atas bimbingan dan dedikasinya selama kegiatan berlangsung.
“Kami mohon maaf bila ada kesalahan dalam perkataan maupun perbuatan selama kegiatan ini, dan mohon doa agar kami tetap bisa khidmat kepada guru-guru di pesantren kami masing-masing.”
Kegiatan Nasyrussanad ini menjadi salah satu bentuk konkret pelestarian sanad keilmuan Islam, khususnya dalam bidang hadis, serta memperkuat jaringan keilmuan antar-pesantren di bawah naungan Nahdlatul Ulama.
Pewarta: Dimas Setyawan Saputro
Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru

