
Pojok Terakhir
Terbesit kata rindu
Sebelum jarak memisah tanpa jeda
Dekat, namun terasa begitu asing
Di sudut ruang yang saling bersaing
Kala jenuh perlahan menyelinap
Barangkali benar, semua ada masanya
Hari-hari yang dulu kita isi bersama
Kini harus berakhir
Namun tak akan sirna, tetap terukir
Di pojok terakhir
Terima kasih telah berkenan hadir
Menjadi teman dalam diamku
Menerima tanpa harus tahu seluruhku
Selayang doa—semoga amanah ini kutunaikan penuh
Kumandang Kasih-Mu
Bentangan kasih yang tiada batas
Mengalir deras, tak pernah lepas
Penghambaan yang tak berhenti
Hingga akhir hayat nanti
Rangkaian doa panjang mengalir
Pada-Mu, kupanjatkan harap yang tak berpaling
Dekapan sujud di malam sunyi
Menyambut Kumandang Kasih-Mu yang suci

Tanpa henti,
Berlantun merdu
Saling bersahutan memuji nama-Mu
Wahai Rabb-ku, Yang Maha Tahu
Lembaran Juli
Dibuka dengan menjelajah kota tua Surabaya
Kami sambut dengan tawa dan cerita
Membingkai harapan di tengah perjalanan
Menyelesaikan apa yang telah dimulai dengan keyakinan
Pertengahan tahun telah berjalan
Namun masih banyak langkah yang tersesat
Ingin memperbaiki, namun hati mudah goyah
Berharap Juli mampu membawa arah
Sunyi sepi,
Tak tersedia dalam ruang diskusi
Mulut bungkam, tubuh pun lesu
Seakan tersayat sembilu
Namun semoga Juli mampu menembus duri
Pelawan Musuh
Rela menjadikanmu pusat pikiranku
Aksara-aksara ini akan terus tentangmu
Aku akan maju,
Bersama ribuan manusia yang ikut membantu
Di tapak penuh sesak dan kumuh
Tak mudah menaklukkan liciknya dirimu
Bagai air laut yang tampak tenang
Namun nyata, kau menyerang penuh curang
Semangat juang terus membara
Ditemani shalat, dzikir, dan doa
Jalur langit jadi penguat jiwa
Meski dunia belum sepenuhnya terbebas darimu adanya
Penulis: Nabila Rahayu
Editor: Rara Zarary
Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru
