Masa Ta’aruf Mahasantri Ma’had Aly Tebuireng Angkat Tema Digitalisasi Hadis

Masa Ta’aruf Mahasantri Ma’had Aly Tebuireng Angkat Tema Digitalisasi Hadis


Mahasantri Baru (Maba) Mahad Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng ikuti rangkaian acara Ma’asim di aula (foto: wildan)

Tebuireng.online— Ma’had Aly Hasyim Asy’ari menggelar kegiatan Masa Ta’aruf Mahasantri (Ma’asim) dengan mengusung tema “Digitalisasi Hadis: Menguatkan Tradisi, Menyongsong Inovasi.” Kegiatan ini diikuti oleh 98 Mahasantri baru, baik banin (putra) maupun banat (putri), yang siap menempuh jenjang pendidikan tinggi di bidang ilmu hadis.

Acara yang berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat (16–18/7/2025), ini hadir dengan formula baru yang lebih harmonis dan edukatif, dibandingkan pendekatan-pendekatan sebelumnya yang lebih menekankan pada aspek penekanan mental.

Baca Juga: Mahad Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng Mewisuda 80 Mahasantri

Rangkaian kegiatan dimulai pada hari Rabu pukul 08.00 Wib, dibuka dengan sambutan dari ketua panitia, Zidan Nazfa, serta Mudir Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Dr. KH. Achmad Roziqi, Lc, M.H.I. Setelah pembukaan, peserta langsung menerima materi pertama bertema Pengenalan Hadis, yang disampaikan oleh Dr. H. Amrullah, Lc, MA.

Materi kedua berfokus pada Sejarah Ma’had Aly Hasyim Asy’ari dan Pesantren Tebuireng, yang memberikan pemahaman mendalam tentang akar historis lembaga dan nilai-nilai yang menjadi pijakan dalam proses pendidikan di sana. Mudir Ma’had Aly ini juga menekankan agar Mahasantri mengikuti suri tauladan dari Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy’ari.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Materi ketiga mengenai Kurikulum Ma’had Aly disampaikan oleh Dr. H. Mohammad Anang Firdaus, S.A., M.Pd., memberikan gambaran menyeluruh tentang pola pembelajaran dan kompetensi yang akan dibangun. Dilanjutkan dengan materi keempat tentang Sosialisasi Peraturan dan Keorganisasian Kampus, yang dibawakan oleh Dr. Hamza Fauirz, M.H. Kegiatan berlangsung dari pukul 07.30 hingga 10.45 WIB.

Setelah itu, mahasiswa baru dikenalkan dengan berbagai Unit Kegiatan Mahasantri (UKM), komunitas, dan organisasi eksternal. Para perwakilan dari masing-masing lembaga turut hadir untuk memaparkan peran dan kontribusi mereka dalam kehidupan kampus.

Baca Juga: Mudir Mahad Aly Sebut Alasan Mahasiswa Perlu Berorganisasi

Pada hari ketiga, diawali dengan kegiatan Senam dan Bina Suasana pukul 07.30 WIB, bertujuan menciptakan keakraban dan menyegarkan fisik serta mental para peserta. Di siang hari, digelar Post Test dari pukul 13.00 hingga 15.00 WIB sebagai bentuk evaluasi terhadap materi yang telah disampaikan selama Ma’asim. Kegiatan diakhiri dengan sesi Penutupan oleh KH. Fahmi Amrullah, yang memberikan pesan-pesan motivatif dan peneguhan semangat keilmuan.

Ketua Panitia, Zidan Nazfa, menyampaikan bahwa kegiatan Ma’asim tahun ini dikemas dengan pendekatan formula baru yang lebih harmonis, meninggalkan model-model sebelumnya yang lebih menekankan tekanan mental.

“Kami ingin menciptakan suasana penyambutan yang lebih edukatif, inspiratif, dan tetap menjaga marwah akademik Ma’had Aly,” ujarnya.

Pendekatan lama yang biasa digunakan dalam Ma’asim cenderung menitikberatkan pada pembentukan daya tahan mental mahasiswa baru melalui berbagai bentuk tekanan, simbolik maupun langsung. Meski bertujuan membentuk karakter tangguh, pendekatan tersebut sering kali menciptakan jarak psikologis, bahkan trauma awal bagi peserta didik yang baru mengenal dunia kampus.

Baca Juga: Gus Kikin: Perjalanan Panjang Mahad Aly hingga Wisuda ke-9

Sebagai gantinya, formula baru Ma’asim 2025 ini lebih mengedepankan semangat inklusif dan pembelajaran yang interaktif. Mahasantri baru diajak untuk mengenal lingkungan kampus secara menyenangkan, memahami sistem pembelajaran secara terarah, dan membangun relasi sosial yang positif dengan sesama rekan maupun rektorat.

Menurut pemaparan panitia, model ini diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai Ma’had Aly yang menjunjung tinggi tradisi keilmuan dan spiritualitas, sekaligus adaptif terhadap tantangan zaman. Dengan sentuhan edukatif dan suasana yang bersahabat, Ma’asim menjadi momentum awal pembentukan karakter ilmuwan muslim yang kokoh dalam tradisi dan terbuka pada inovasi.



Peserta: Moh. Wildan Husin



Wisata

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *