Upaya Pesantren Sehat, Gus Ghofar Ceritakan Perjalanan Jabo hingga Puskestren

Upaya Pesantren Sehat, Gus Ghofar Ceritakan Perjalanan Jabo hingga Puskestren


Sekretaris Utama Pesantren Tebuireng, Ir. H. Abdul Ghofar, memberi sambutan dalam acara seminar pesantren sehat (foto: dimas)

Tebuireng.online– Sekretaris Pesantren Tebuireng, Ir. Abdul Ghofar, mewakili Pengasuh Pesantren KH. Abdul Hakim Mahfudz, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Tebuireng sebagai tuan rumah kegiatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang Rabu (16/7/2025).

Program ini bertujuan untuk mewujudkan lingkungan pesantren yang bersih, sehat, dan ramah anak, sekaligus meningkatkan peran serta pesantren dalam pembangunan kesehatan masyarakat.

“Terima kasih telah menjadikan Pesantren Tebuireng sebagai tuan rumah di acara ini. Semoga ke depan, Tebuireng dapat menjadi pondok pesantren yang sehat dan ramah anak,” ujarn Gus Ghofar dalam sambutan.

Baca Juga: Dinkes Jombang Ajak Santri Wujudkan Pesantren Bersih dan Sehat

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Dalam kesempatan tersebut, beliau menyinggung keberadaan Pusat Kesehatan Pesantren (PUKESTREN) sebagai salah satu unit penunjang kesehatan santri. Ia mengisahkan latar belakang pendirian PUKESTREN yang dimulai sejak masa sebelum kepemimpinan KH. Salahuddin Wahid (Gus Solah).

“Dulu ketika ada santri sakit, pihak pondok sering kesulitan dalam penanganannya. Dengan jaringan relasi yang luas, Gus Solah menjalin kerja sama dengan konsultan dari Jepang untuk mendirikan fasilitas kesehatan yang kini dikenal sebagai PUKESTREN,” jelasnya.

Menurutnya, kehadiran PUKESTREN sangat membantu dalam memberikan penanganan cepat kepada santri yang mengalami gangguan kesehatan tanpa harus membebani wali santri yang berada di rumah.

Baca Juga: Bu Nyai Aisyah Ungkap Rahasia Pesantren Tebuireng Menjaga Kebersihan dan Kesehatan Santri

Lebih lanjut, Gus Ghofar menambahkan bahwa aspek kebersihan dan kesehatan pesantren tidak bisa dilepaskan dari penyediaan fasilitas konsumsi yang layak dan higienis. Oleh karena itu, Tebuireng juga telah membangun dapur umum sebagai solusi dari pola konsumsi tradisional yang kurang mendukung kesehatan.

“Dulu, santri biasanya membawa bahan makanan sendiri dari rumah dan memasak berkelompok. Ini berisiko menimbulkan kebakaran dan kurangnya asupan gizi. Maka kami membangun dapur umum agar santri bisa makan bersama secara lebih sehat dan aman,” pungkasnya.



Pewarta: Dimas Setyawan Saputro

Editor: Rara Zarary

 

 



Wisata

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *