
Ceria Tapi Tak Terdengar
Ia datang membawa tawa,
Langkah ringan, wajah bercahaya.
Orang-orang menyambutnya
Seperti pagi yang menyapu gelisah.
Namun tak satu pun bertanya:
“Apa kabar hatimu hari ini?”
Tak satu pun menoleh
Pada suara yang ia telan sendiri.
Senyumnya ramai,
Tapi suaranya sunyi.
Sebab dunia lebih suka hiburan
Daripada kejujuran dari hati perempuan.
Bersuara, Tapi Tak Ada

Ia berdiri,
Bicara dengan terang,
Menyuarakan luka, mimpi, dan amarah
Dengan nyala yang tak ingin padam.
Namun mata-mata menembus pandang,
Seolah ia hanya bayang:
Suara tanpa tubuh,
Keberanian tanpa nama.
Ia bersuara,
Tapi tak diundang.
Ia hadir,
Tapi tak dianggap datang.
Yang Tak Pernah Didengar
Ia bicara pelan,
Lalu lebih lantang,
Lalu berteriak —
Namun dunia tetap diam.
Kata-katanya melayang,
Lalu gugur sebelum tumbuh.
Tak satu pun telinga terbuka,
Tak satu pun hati menyambutnya.
Akhirnya ia diam,
Bukan karena tak tahu,
Tapi karena tahu:
Suara perempuan tak selalu dianggap suara.
Penulis: Albii
Editor: Rara Zarary
Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru

