Prof. Pratikno: Transformasi Pesantren Dimulai dari Tata Kelola yang Matang

Prof. Pratikno: Transformasi Pesantren Dimulai dari Tata Kelola yang Matang


(ket. berkacamata) Prof. Dr. Pratikno, M.Soc,Sc memberikan materi dalam kuliah tamu pembukaan Nasyrus Sanad oleh RMI PBNU di Pesantren Tebuireng (foto: dimas)

Tebuireng.online— Dalam kuliah umum bertema “Merawat Tradisi Membangun Inovasi” sebagai bagian dari rangkaian acara nasyrus sanad dan musyawarah transformasi pesantren, Prof. Dr. Pratikno, Menteri Pembangunan dan Kebudayaan Manusia, hadir memberikan materi dengan menegaskan pentingnya tata kelola yang baik dalam upaya transformasi pesantren menghadapi tantangan zaman.

Pada kesempatan itu, mantan Menteri Sekretaris Negara ini, mengingatkan bahwa usia lembaga dan kekuasaan bukan jaminan bagi keberlangsungan sebuah institusi, terutama di era disrupsi teknologi dan ilmu pengetahuan.

“Siapa sangka para pemilik toko bisa bangkrut karena ada perdagangan online. Siapa sangka ada perusahaan transportasi tapi tidak punya mobil, siapa sangka perusahaan makanan tidak punya warung,” ujar mantan Rektor Universitas Gadjah Mada tersebut, di aula Yusuf Hasyim Tebuireng, Sabtu (12/7/).

Baca Juga: Prof. Masdar Hilmy Ingatkan Kaum Pesantren agar Miliki Nalar Nubuwwah

Prof. Pratikno menggambarkan Nahdlatul Ulama saat ini seperti gerbong penuh penumpang yang bergerak maju-mundur karena belum memiliki lokomotif penggerak. Menurutnya, lokomotif itu adalah sistem tata kelola yang kuat dan terarah.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Sebagai contoh, ia menyoroti keberhasilan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta dalam menerapkan tata kelola modern dan kolaboratif. UNU saat ini bekerja sama dengan RRI dalam pengembangan future metallurgical studies, serta dengan pihak Rusia dalam program future school for atomic energy yang diarahkan untuk pemanfaatan energi nuklir di bidang pertanian dan kesehatan.

Acara ini menjadi momentum penting bagi PBNU dan dunia pesantren dalam merumuskan langkah-langkah strategis untuk menjaga tradisi sekaligus membuka jalan bagi inovasi berkelanjutan.

Baca Juga: RMI PBNU Gelar Pembukaan Nasyrus Sanad dan Musyawarah Transformasi Pesantren

Untuk diketahui, acara pembukaan yang digelar pada Sabtu (12/7) ini dihadiri oleh sekitar 213 kiai dari berbagai pondok pesantren di seluruh Indonesia. Kuliah umum menghadirkan tiga tokoh utama sebagai narasumber: Prof. Masdar Hilmy, Ph.D., Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc., dan Dr. (H.C.) K.H. Zulfa Mustofa.



Pewarta: Yuniar Indra Yahya
Editor: Rara Zarary



Wisata

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *