MTs Salafiyah Syafi’iyah Bekali Santri Edukasi Sampah dari BST

MTs Salafiyah Syafi’iyah Bekali Santri Edukasi Sampah dari BST


Tim Bank Sampah Tebuireng (BST), Aulia Rachmatul Umma saat memberi materi edukasi sampah untuk siswa-siswi MTs Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng (foto: ikhsan-bst)

Tebuireng.online— MTs Salafiyh Syafi’iyah Tebuireng gelar Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama) di Aula MTs SS Tebuireng dengan dihadiri oleh ratusan siswa-siswi kelas 7. Acara berjalan dengan lenacar mulai pukul 08.30 hingga pukul 11.00 WIB dengan materi edukasi sampah yang disampaikan oleh pihak Bank Sampah Tebuireng (BST).

Pada kesempatan mengisi materi, Aulia Rachmatul Umma, sebagai tim edukasi BST, mengajak para siswa siswi untuk melek lingkungan dengan mengurangi sampah plastik. Sebab sampah plastik merupakan sampah yang sulit terurai, bahkan menunggu ratusan tahun untuk bisa terurai.

Baca Juga: MTs Salafiyah Syafi’iyah Gelar Pertemuan dengan Wali Murid Baru

“Sampah plastik sekali pakai yang kalian gunakan hanya dalam beberapa menit saja bisa berdampak panjang kedepanya. Ketika plastik menjadi partikel kecil dia akan berubah menjadi mikroplastik. Maka tidak dapat dipungkiri plastik yang sangat kecil akan mudah masuk ke tubuh manusia maupun hewan,” ucapnya di hadapan siswa-siswi MTs SS, Kamis (10/7/2025).

Menurut penuturan alumni Mahad Aly Hasyim Asy’ari itu, mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran sangat kecil, kurang dari 5 milimeter, yang mencemari lingkungan dan dapat membahayakan kesehatan manusia.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
Salah satu siswa MTs Salafiyah Syafi’iyah saat maju ke panggung

Selain Aulia, tim edukasi BST, Ikhsan Romadhan, juga menyampaikan bahwa, Indonesia sebagai negara konsumsi mikroplastik nomor satu di dunia, setara dengan makan empat kartu ATM dalam sebulan. Maka tidak heran jika belakangan banyak orang indonesia yang mudah sekali terpapar penyakit.

“Kalian tau berapa banyak sampah yang kalian hasilkan dalam sehari? Kita menghasilkan 0.68 kilo gram sampah perhari, dan Indonesia menghasilkan sampah 33.79 juta ton pertahun. Dan sampah terbanyak di Indonesia adalah sampah organik atau sisa makanan. Maka kalau makan harus dihabiskan, kurangi sampah sekali pakai,” ungkap Ikhsan, admin BST itu.

Baca Juga: Perwakilan Mts Salafiyah Syafi’iyah Juara 3 Futsal di PORSENI Jombang

Ikhsan juga memaparkan betapa bahayanya memembuang sampah sembarangan. Ketika sampah dibuang ke sungai kemudian mengalir ke laut, maka sampah berakhir dilautan dan dimakan oleh hewan laut. Banyak sekali hewan laut yang memakan sampah terutama sampah plastik akibat ketidak tanggung jawabnya manusia. Sehingga makhluk hidup lain terkena imbas dan lingkungan menjadi rusak.

Di Bank Sampah Tebuireng memiliki program sedekah sampah. Setiap sampah botol plastik atau gelas plastik bisa disedekahkan ke BST dan akan diolah oleh pihak BST. Program ini bertujuan agar siswa-siswi bisa memilah sampah dan memanfaatkan sampah untuk hal yang berguna nantinya.

Kemudian siswa-siswi MTs SS diajak ke kantor BST untuk memilah sampahnya sendiri. Setiap anak membawa sampahnya kemudian membuang sampah berdasarkan jenisnya. Kemudian siswa-siswi melanjutkan materi sejarah masuknya Islam di Indonesia ke Museum Islam Indonesia KH. Hasyim Asy’ari.



Pewarta: Aulia
Editor: Rara Zarary



Wisata

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *