Lapa-lapa, Lontong Legit Khas Sulawesi Tenggara

Lapa-lapa, Lontong Legit Khas Sulawesi Utara

Salah satu kuliner yang sangat populer di wilayah Sulawesi Utara adalah lapa-lapa. Semua etnis di Sulawesi Utara seperti etnis Tolaki, Buton, Mekongga, Ereke, Wawonii, Wakatobi, dan Morunene menyebut makanan ini sama yaitu Lapa-lapa. Sekilas, bentuk makanan ini menyerupai lontong karena sama-sama dibungkus dengan daun dan berbentuk memanjang. Yang membedakannya adalah daun yang digunakan untuk membungkusnya. Jika lontong menggunakan daun pisang sedangkan lapa-lapa menggunakan janur kelapa untuk pembungkusnya.

Lapa-lapa terbuat dari beras dan pembuatannya pun sangat sederhana. Pertama bentuk pembungkusnya yaitu daun kelapa muda dengan panjang 25 cm, dan beri potongan daun pisang di dalamnya. Kemudian iris bawang merah kecil-kecil dan tumis bersama daun pandan dengan minyak secukupnya. Setelah tumisan bawang agak kuning, masukkan santan. Ketika santan sudah mulai mendidih, masukkan beras yang telah di cuci, jangan lupa tambahkan garam secukupnya lalu masak hingga tanak.

Setelah nasinya kering dan setengah matang, angkat dan dinginkan untuk beberapa saat. Kemudian bungkus dengan daun kelapa yang sudah dibentuk dan dimasukkan dengan daun pisang. Kemudian isi daun kelapa tersebut dengan nasi hasil tumisan. Jangan terlalu penuh saat mengisi agar mudah di ikat. Kemudian ikat dengan tali dari batang pisang kering atau tali jenis lain. Lapa-lapa memiliki rasa gurih apalagi jika menyantapnya dengan lauk tambahan yang membuat semakin ketagihan.

Lapa-lapa Merupakan Menu Utama Saat Perayaan Lebaran

Setelah selesai membungkusnya dengan janur kelapa, selanjutnya masak kembali selama 2 jam sampai benar-benar matang. Jika sudah matang, angkat dan biarkan hingga dingin. Setelah dingin lepaskan tali yang mengikat lapa-lapa, kemudian lapa-lapa siap di hidangkan. Kuliner ini merupakan menu utama saat perayaan lebaran Idhul Fitri atau Idhul Adha dan upacara adat lainnya.

Supaya bertambah nikmat, hidangkan makanan ini dengan sate daging atau opor ayam. Tetapi masyarakat Sulawesi Tenggara tepatnya sekitar Kota Kendari biasanya menghidangkan makanan ini dengan sate pokea atau sate kerang yang berasal dari air tawar. Pokea adalah jenis kerang air tawar yang mempunyai bentuk pipih dan berwarna putih. Jika berkunjung ke Kota Kendari cobalah untuk menyantap lapa-lapa dengan Sate Gogos Pokea ini.

Baca Juga Wisata Laut : Pulau Kadidiri, Pulau Perawan Tersembunyi di Tojo Una-Una

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Releated

Martabak Sagu Jajanan Bertekstur Sangat Unik dan Khas

Martabak Sagu Jajanan Bertekstur Sangat Unik dan Khas

Gorengan merupakan salah satu camilan yang terkenal dan menjadi pilihan fovorit untuk memanjakan lidah. Salah satu jenis gorengan yaitu martabak. Rupanya martabak ini, ada beberapa variannya. Salah satunya merupakan martabak yang berasal dari Papua merupakan martabak sagu. Indonesia yakni salah satu negara dengan keanekaragaman kebiasaan dan kebiasaan. Dari keanekaragaman membuat masing-masing daerah di Indonesia memiliki […]

Bakpia Patok Wujud Kulturisasi Kudapan Khas Yogyakarta

Bakpia Patok Wujud Kulturisasi Kudapan Khas Yogyakarta

Bakpia patok yaitu kue berbentuk bulat pipih, terbuat dari campuran kacang hijau dengan gula, dengan bungkus tepung lalu di panggang. Bakpia asal awalnya berasal dari daratan Tiongkok. Sejarah Bakpia Patok Bakpia Patok yaitu salah satu varian Bakpia yang berkembang di Yogyakarta. Sekarang ini Bakpia ini telah menjadi salah satu makanan khas sekalian oleh-oleh khas dari […]