Es Dawet Ayu - Minuman Legendaris Khas Banjarnegara

Es Dawet Ayu – Minuman Legendaris Khas Banjarnegara

Es Dawet Ayu merupakan minuman tradisional khas Banjarnegara, Jawa Tengah yang masih bertahan hingga kini. Meski telah berusia sekitar 69 tahun, minuman ini ternyata tetap memenangkan hati masyarakat. Buktinya, masih banyak penjual minuman ini yang sering ada di pinggir jalan atau berkeliling mendatangi target pembelinya langsung. Sejarah nama dawet ayu menjadi populer berkat lagu berjudul ‘Dawet Ayu Banjarnegara’ karangan salah satu seniman Banjarnegara yang populer pada tahun 1970-1980 an. Ada juga yang mengatakan bahwa pedagang dawetnya memiliki istri yang berparas ayu atau ‘cantik’, maka masyarakat menamai dawetnya, dawet ayu.

Es Dawet Ayu berisi perpaduan dari bahan cendol, gula aren dan santan. Untuk cendolnya sendiri, terbuat dari bahan tepung beras, tepung kanji atau tepung sagu, perasan daun pandan atau lebih dikenal dengan sebutan pasta pandan, air, dan garam. Sedangkan untuk pembuatan santannya, menggunakan santan kelapa cair, garam, vanili, dan daun pandan. Untuk pemanisnya terbuat dari gula merah, air, dan daun pandan.

Berbagai Makna yang Terkandung Pada Es Dawet Ayu

Pikulan para penjual es ini disebut angkringan dawet ayu atau angdayu. Jika diperhatikan baik-baik, di bagian atas pikulan penjual es dawet ayu terpasang dua tokoh punakawan yang sering muncul dalam pertunjukan wayang. Mereka adalah Semar dan Gareng. Jika nama mereka digabungkan dan disingkat, akan muncul nama baru yaitu Mareng. Dalam bahasa jawa tengah, mareng mempunyai arti peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau. Dengan kata lain, para penjual berharap musim mareng segera tiba supaya orang-orang merasa gerah, kehausan dan kemudian mencari yang segar-segar seperti minuman ini.

Baca Juga Wisata Laut : Pantai Batu Hideung Tanjung Lesung, Eksotisme Pesisir Barat Jawa

Pada pikulan penjual, ada dua gentong besar yang berada di sisi kanan dan kiri pikulan. Isinya masing-masing adalah santan dan dawet. Gentong besar tersebut terbuat dari tanah liat yang katanya bisa menjaga suhu dawet dan santan tetap dingin sehingga pedagang tak perlu lagi menggunakan es batu. Jika Anda berkunjung ke Kota Banjarnegara, datanglah ke alun-alun di jalan Mayjend Panjaitan. Di sana terdapat patung miniatur penjual Es Dawet Ayu Banjarnegara beserta pikulan keranjang dawetnya yang di bangun oleh pemerintah kabupaten Banjarnegara.

Es Dawet Ayu telah resmi sebagai 30 ikon kuliner Nusantara sejak tahun 2012 oleh Kementrian Pariwisata. Bahkan minuman segar ini pernah menjadi hidangan dalam acara kenegaraan, bahkan resepsi pernikahan. Harga minuman ini juga sangat murah, berkisar dari harga Rp. 5000 hingga Rp. 10.000. Harganya yang terjangkau, serta rasanya yang enak dan segar membuat minuman ini sangat masyarakat sukai baik yang tinggal di desa maupun di kota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Releated

Nasi Balap - Menu Sarapan Bercita Rasa Pedas Khas Lombok

Nasi Balap – Menu Sarapan Bercita Rasa Pedas Khas Lombok

Nasi Balap adalah kuliner yang khas dari Lombok Nusa Tenggara Barat. Yang menjadi ciri mencoloknya nasi yang tersaji dalam piring anyaman rotan yang terletak di atas kertas beras berbentuk bunga. Kuliner ini dapat ditemukan di banyak tempat makan Lombok. Kenikmatan kuliner yang khas ini bisa membuat siapa saja jatuh cinta dengannya. Kisah Asal Nasi Balap […]

Cimol - Aci Gemol Kuliner Kenyal Dari Kota Bandung

Cimol – Aci Gemol Kuliner Kenyal Dari Kota Bandung

Cimol adalah makanan ringan dari tepung kanji yang berasal dari Bandung. Kata Cimol berasal dari Bahasa Sunda aci digemol yang artinya tepung kanji bulat-bulat. Cimol umumnya di jajakan di pinggir jalan. Sistem membuatnya, adonan tepung kanji buat bulat-bulat, kemudian goreng. Umumnya, cimol di makan dengan bumbu-bumbu tambahan. Jikalau di gigit, rasanya memang agak kenyal-kenyal paling […]