Lawar - Kuliner Untuk Tradisi Persembahan Adat Khas Bali

Lawar – Kuliner Untuk Tradisi Persembahan Adat Khas Bali

Lawar adalah kuliner khas Bali yang biasanya dibuat saat ada upacara adat atau keagamaan. Makanan ini terdiri dari daging cincang dan sayuran yang biasanya dengan campuran kelapa, bubuk cabai, daun jeruk purut, lengkuas, terasi dan kunyit. Lawar tradisional biasanya terbuat dari daging babi atau penyu, tetapi sekarang bisa Anda ganti dengan ayam, bebek, atau daging sapi.

Baca Juga : Gunung Tangkuban Perahu – Wisata Berlegenda Yang Sangat Mempesona

Ada tambahan darah babi juga untuk warna dan rasa di sebagian besar variasi hidangan ini. Masyarakat Bali biasanya menyiapkan Lawar untuk upacara adat dan acara khusus lainnya, sehingga pembuatannya sering dalam jumlah yang banyak atau porsi besar. Namun, kuliner ini juga dapat Anda temukan di restoran atau warung makan di Bali. Sajian kuliner ini segar dengan nasi putih atau babi guling di sampingnya.

Beberapa Fakta Seputar Lawar

Tradisi ngelawar sudah menjadi turun temurun di kalangan masyarakat Bali, makanan inipun sudah terkenal di Indonesia. Karena rasanya yang gurih dan enak, ada beberapa fakta seputar lawar yang perlu Anda ketahui.

1. Lawar menggunakan bumbu yang lengkap
Mengapa lawar rasanya sangat enak dan gurih? ini karena lawar memiliki campuran bumbu yang lengkap (dalam bahasa Bali yaitu base genep) dan butuh waktu lama untuk meraciknya. Mulai dari bumbu dasar seperti bawang merah & putih serta cabai rawit. Kemudian di iris dan goreng sampai matang. Selain itu buat bumbu halus istilah Balinya kesuna cekuh, terdiri dari campuran bumbu dasar, bumbu umbi, merica, dan kemiri kemudian di tumbuk dan goreng.

Bahan bumbu lainnya seperti terasi kemudian goreng bersama gula merah, penyedap rasa, garam, limau, dan lainnya. Pada saat proses penggorengan jangan sampai bumbunya terlalu matang atau gosong, karena akan mempengaruhi cita rasa makanan ini.

2. Tidak dimasak
Bahan-bahan pada lawar seperti sayur kacang panjang, nangka muda, pisang batu, kelapa parut, serta daging baik daging sapi, ayam, babi, itik, kuwir maupun yang lain dipotong kecil, kemudian bahan tersebut dicampur bumbu dan diaduk menggunakan tangan kosong tanpa dimasak. Setelah itu lawar siap untuk Anda sajikan, Namun jangan khawatir karena bahan daging dan sayur sudah di rebus dulu sebelumnya. Sehingga tidak akan menyebabkan penyakit saat Anda konsumsi.

3. Menggunakan darah binatang
Inilah yang membuat beberapa orang takut untuk mencicipi lawar dan mungkin ada yang menganggap makanan ini sebagai makanan esktrem. Ini juga membuat lawar kelihatan berwarna merah karena menggunakan darah binatang seperti ayam, sapi, babi atau lainnya tergantung pada jenis daging yang Anda gunakan. Darah binatang inipun tidak dimasak, melainkan langsung dicampur kedalam sayur dan daging.

4. Tidak bisa bertahan lama
Lawar merupakan kuliner yang tidak bisa awet dalam waktu lebih dari 1 hari. Jika sudah lewat dari 1 hari biasanya rasanya akan asam dan tidak layak di konsumsi. Jika ingin mengonsumsi lebih dari 1 hari, Anda bisa membungkusnya dengan daun pisang. Kemudian kukus sampai matang atau berwarna kecoklatan. Selain itu, Anda juga bisa memasukkannya ke dalam lemari es.

Merupakan Makanan Sesajen Untuk Adat

Menikmati lawar tentu menjadi tantangan kuliner tersendiri bagi orang awam. Namun, hal ini sudah biasa bagi orang Bali. Jika Anda enggan menyantapnya, Anda bisa mencicipi makanan ini tanpa mencampurkan darah. Biasanya yang tidak bercampur darah warnanya tidak merah.

Kuliner ini merupakan persembahan sebagai bentuk rasa syukur atas kekayaan alam yang melimpah dari Tuhan. Hal inilah yang membuat komponen lawar lengkap baik dari tumbuhan maupun hewan sebagai bentuk kekayaan alam itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Releated

Martabak Sagu Jajanan Bertekstur Sangat Unik dan Khas

Martabak Sagu Jajanan Bertekstur Sangat Unik dan Khas

Gorengan merupakan salah satu camilan yang terkenal dan menjadi pilihan fovorit untuk memanjakan lidah. Salah satu jenis gorengan yaitu martabak. Rupanya martabak ini, ada beberapa variannya. Salah satunya merupakan martabak yang berasal dari Papua merupakan martabak sagu. Indonesia yakni salah satu negara dengan keanekaragaman kebiasaan dan kebiasaan. Dari keanekaragaman membuat masing-masing daerah di Indonesia memiliki […]

Bakpia Patok Wujud Kulturisasi Kudapan Khas Yogyakarta

Bakpia Patok Wujud Kulturisasi Kudapan Khas Yogyakarta

Bakpia patok yaitu kue berbentuk bulat pipih, terbuat dari campuran kacang hijau dengan gula, dengan bungkus tepung lalu di panggang. Bakpia asal awalnya berasal dari daratan Tiongkok. Sejarah Bakpia Patok Bakpia Patok yaitu salah satu varian Bakpia yang berkembang di Yogyakarta. Sekarang ini Bakpia ini telah menjadi salah satu makanan khas sekalian oleh-oleh khas dari […]